Tuesday, March 28, 2006

Tentang Aji Fighting Club - Sejarah Singkat

Aji Fighting Club (AFC ) merupakan suatu aliran seni bela diri yang beraliran campuran (Mixed Martial Art). Di mana materi latihan di dalamnya terdiri dari teknik pertarungan atas (stand up techniques) dan teknik pertarungan bawah ( ground techniques ). Penggabungan kedua teknik diatas dimaksudkan sebagai antisipasi di dalam sebuah pertarungan untuk menghadapi lawan diatas ring maupun sebagai beladiri di jalanan.

Berdirinya AFC Diilhami saat sebuah televisi swasta menggelar kejuaraan pertarungan bebas yang di ikuti oleh seluruh aliran beladiri yang ada ditanah air, yakni TPI Fighting Champhionship ( TFC ). Pada awalnya seni beladiri yang diikuti oleh siswa AFC adalah PAKSI singkatan dari Petarung Ksatria Indonesia.Yakni Seni Beladiri yang didirikan oleh Aji Susilo yang juga pendiri sekaligus atlet dari AFC dengan aliran traditional mixed martial art. Pada waktu itu teknik groundfighting - khususnya yang menggunakan teknik kuncian - di dalam PAKSI masih tergolong sangat minim. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tradisi budaya seni beladiri di Indonesia yang mayoritas beraliran stand-up fighting apalagi Aji sendiri memiliki dasar Beladirii dari aliran Stand-Up Fighting, yakni Silat, Tinju dan Karate. Secara umum teknik bantingan dan kuncian memang diajarkan, tetapi hanya sebatas membanting dan mengontrol tubuh lawan sambil melakukan serangan-serangan ke arah lawan secara bebas. PAKSI inilah yang merupakan cikal bakal dari Aji Fighting Club (AFC).

Dalam perkembangannya seni beladiri PAKSI tidak dapat berkembang sebagaimana yang diharapkan. Sebagian besar masyarakat menganggap aliran beladiri PAKSI terlalu brutal dan terialu keras. Hal ini waiar karena memang dalam sistim pertarungan PAKSI hanya mengenal satu bagian tubuh yang tidak boleh diserang yaitu kemaluan. Sedang bagian tubuh lain diperbolehkan, baik dalam posisi stand up maupun ground. Teknik serangan yang digunakan boleh menggunakan pukulan, tendangan, lutut, siku termasuk totokan dan cekikan. Menurut Aji Susilo sang pendiri, sistem bertarung PAKSI memang demikian, hal ini dimaksudkan agar para siswa terbiasa dengan pola bertarung sebebas-bebasnya sebagaimana pertarungan yang sebenarnya di jalanan serta sebagai antisipasi pengeroyokan. Mungkin saat itu sistim bertarung PAKSI lebih mirip dengan Ultimate Fighting Championship ( UFC ) ketika pertama kali diadakan.

Digelarnya TPI Fighting Championship (TFC ) boleh dibilang merupakan pemicu lahirnya kembali PAKSI. Dan dalam kelahirannya kembali, nama PAKSI berubah menjadi Aji Fighting Club ( AFC ) sesuai dengan saran dari producer TFC yang tidak memperbolehkan menyertakan nama perguruan untuk tampil dalam TFC dan diganti dengan menggunakan nama club untuk menjaga kredibilitas dari perguruan itu sendiri. Pada awainya TFC menggunakan sistim pertandingan ( rules ) dengan mengadopsi dari PRIDE Fighting Championship. Sebuah kejuaraan mixed martial art bergengsi yang digelar di negeri Sakura Jepang. Dengan demikian tuntutan teknik yang lebih luas menjadi sangat penting. Karena jika tidak, fighter yang tidak memiliki kelengkapan teknik stand up maupun ground fighting sudah tentu tidak akan bertahan lama.

Menyikapi hal tersebut, Aji Susilo ( pendiri AFC ) yang juga seorang fighter berusaha melengkapi tekniknya dengan mempelajari teknik ground fighting. Teknik yang dipelajarinya adalah Brazillian jiu-jitsu ( BJJ ). Melalui bantuan seorang teman, aji susilo akhirnya bertemu dengan Dedi Wigraha, dialah orang Indonesia pertama yang mempopulerkan Brazilian jiu-jitsu ( BJJ ) di tanah air. Melalui Dedi Wigraha yang juga murid langsung dari Rickson Gracie, Aji Susilo terus memperdalam teknik ground fightingnya. Alhasil, dengan bekal beladiri PAKSI dan Brazilian jiu-jitsunya Aji Susilo mampu menjadi orang pertama yang meraih sabuk juara dikelas menengah ( middle weight ) pada event mixed martial art yang digelar TFC.

Keberhasilannya meraih sabuk juara ternyata mulai mengundang perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari pihak Dreamstage Entertainment Inc Jepang yang mengundangnya untuk bertarung di arena BEST ( blood, energy, sweat and tears ) di Jepang. Arena BEST adalah arena penyaringan bagi para petarung sebelum memasuki arena impian para fighter di PRIDE fighting championship Jepang. Untuk bisa bertarung di arena PRIDE, syaratnya fighter harus mampu memenangkan tiga pertandingan atau mampu tampil dengan sebaik mungkin sehingga atas permintaan penonton di Jepang, fighter yang bersangkutan bisa dipromosikan untuk mengikuti event tersebut. Tepatnya tanggal 20 Oktober 2002, dengan didampingi Dedi Wigraha ( selaku pelatih ), Oscar Herliansyah dan Aditya Griadi ( selaku wakil TFC dan OMI ) Aii Susilo bertarung melawan fighter dari Myanmar yang beraliran Muay Katcha yang sebelumnya tidak pernah terkalahkan di aliran beladirinya yakni Xue Do Won.

Dalam pertarungan tersebut Aii Susilo kembali mengukir kemenangan dengan mengalahkan lawannya melalui rear naked choke, salah satu teknik yang mematikan ala brazilian jiu-jitsu. Aji Susilo tercatat sebagai fighter pertama Indonesia yang bertarung di luar negeri di arena MMA dan berhasil menoreh kemenangan.

Hingga saat ini Aji Susilo masih aktif menjadi atlet dan bertarung diarena TPI fighting championship ( TFC ). la terus mengasah kemampuan beladirinya dan belakangan ia semakin memperdalam Brazilian jiu-jitsunya melalui bimbingan mantan Fighter, Niko Han. Selain itu diapun sering meniadi komentator pada event tersebut dan tetap mengajarkan ketrampilan beladirinya kepada murid-muridnya. Salah satu muridnya yang menoniol adalah Lili Uday. Dia adalah fighter yang turun di kelas berat dan menduduki peringkat pertama TFC. Saat ini dia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan untuk perebutan sabuk juara kelas berat di arena yang sama.

Demikian sejarah singkat dari Aji Fighting Club ( AFC ). Keterangan selengkapnya bisa anda dapatkan dalam web site ini pada halaman selanjutnya.

1 Comments:

At 9:43 PM, Anonymous Anonymous said...

You have an outstanding good and well structured site. I enjoyed browsing through it Colorado quit smoking programs converting slot machine from tokens to coins

 

Post a Comment

<< Home

Business Logo design
Hit Counter